Mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Farmasi, Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Program Bugar Lansia: Edukasi dan Praktik Meracik Jamu Tepat Guna” pada Sabtu, 7 Februari 2026 di Kelurahan Semaki, Kecamatan Umbulharjo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini diikuti oleh 35 peserta lansia dan berlangsung secara interaktif di Gedung Serbaguna RW 04.

Program ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kebutuhan edukasi kesehatan pada kelompok lansia, khususnya terkait penggunaan jamu yang aman dan tepat guna. Sebagai bagian dari budaya kesehatan tradisional Indonesia, jamu kerap dikonsumsi untuk menjaga stamina dan mengurangi keluhan ringan seperti pegal linu dan gangguan tidur. Namun demikian, pemahaman mengenai dosis, keamanan, serta potensi interaksi dengan obat kronis masih perlu ditingkatkan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa menghadirkan penyuluhan interaktif bertema “Jamu Aman dan Tepat Guna untuk Kebugaran Lansia” yang membahas pemilihan bahan baku, prinsip higienitas, cara pengolahan, hingga penyimpanan jamu yang benar. Materi juga mengangkat berbagai mitos dan fakta seputar herbal di Indonesia, sehingga peserta dapat lebih bijak dalam mengonsumsi jamu.



Tidak hanya penyuluhan, peserta juga mengikuti demonstrasi dan praktik langsung meracik jamu kunyit asam dan temulawak. Dalam sesi ini, lansia diajak mengenal takaran yang tepat, proses perebusan yang higienis, hingga teknik penyaringan dan pengemasan sederhana. Antusiasme peserta terlihat dari diskusi aktif serta partisipasi dalam sesi tanya jawab.
Untuk mengukur peningkatan pemahaman, tim pelaksana melakukan pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai keamanan dan penggunaan jamu yang tepat, termasuk kesadaran bahwa tidak semua bahan alami otomatis aman tanpa aturan pakai yang benar.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh dosen pembimbing Fakultas Farmasi UGM serta perwakilan Kelurahan Semaki dan Komisi Lansia setempat. Pada akhir acara, dilakukan penyerahan plakat sebagai bentuk apresiasi dan komitmen kerja sama berkelanjutan.

Program “Bugar Lansia” tidak hanya mendukung peningkatan kualitas hidup lansia, tetapi juga menjadi implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, kegiatan ini sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin kesehatan yang baik dan kesejahteraan, pendidikan berkualitas, serta komunitas berkelanjutan.
Ke depan, masyarakat Kelurahan Semaki berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan dikembangkan menjadi potensi usaha berbasis jamu lokal yang dapat meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat.